Arsip Kategori: Tak Berkategori

Bagaimana Islam mengatur interaksi Antar lawan jenis.

Dalam kehidupan sehari hari, setiap manusia tak lepas dari interaksi, baik sesama jenis bahkan terhadap lawan jenis, dalam agama islam sendiri interaksi terhadap lawan jenis ini sudah diatur sedemikian rupa, islam telah memberi batasan batasan terhadap ineraksi lawan jenis.

Sayangnya pola pikir liberalisme yang kini merebak luas, membuat banyak yang menganggap aturan interaksi yang diatur oleh islam ini asing bahkan ada yang menganggap nya ‘aneh’. Padahal aturan interaksi lawan jenis yang di atur oleh islam ini merupakan bukti bahwa islam adalah agama yang sempurna, dan berorientasi menjaga setiap individu didalamnya.

Oleh karna itu, seorang muslim dan muslimah harus mempelajari islam secara kaffah atau menyeluruh, sehingga, setiap aktifitasnya tidak menimbulkan dosa dan sesuai dengan tuntunan yang di ajarkan oleh Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam.

Walau pun begitu interaksi antar lawan jenis tidak serta merta dilarang oleh islam, interaksi lawan jenis dalam islam hukumnya mubah atau boleh, diantara nya yang di perberbolehkan adalah ineraksi ketika dalam mencari ilmu/ Pendidikan, dalam pengobatan / kesehatan dan dalam jual beli. Namun, tetap memiliki aturan aturan, ada beberapa interaksi lawan jenis yang tidak diperbolehkan, contohnya khalwat atau berdua-duaan dengan lawan jenis, berdua duaan yang tidak di perbolehkan tidak di setiap kondisi , karna berkhalwat ini ada yang boleh dan tidak boleh, yang tidak boleh adalah ditempat tertutup yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia, atau ditempat terbuka tapi tidak ada siapa- siapa, adapun berkhalwat yang di tempat yang dapat di monitor oleh mata manusia, ada keperluan dan sesuai keperluan maka itu di bolehkan. Selanjutnya adalah Ikhtilat atau campur baur antar lawan jenis , hingga adanya sentuhan, senggol senggolan maka itu tidak di perbolehkan.

Lalu dalam berbicara, khususnya kepada wanita harus berbicara tegas dan jelas, Allah swt berfirman :

“Wahai kamu istri istri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan- perempuan yang lain, jika kamu bertaqwa maka janganlah kamu tunduk ( melemah lembutkan suara) dalam berbicara hingga membangkitkan nafsu orang yang memiliki penyakit hati di dalam hatinya, dan ucapkan lah perkataan yang baik,” (QS. Al- Ahzab:32)

tidak hanya perempuan namun laki laki pun memiliki aturan, lelaki harus menundukan pandanganya, karna ini merupakan perintah allah dalam Al Quran:

Katakanlah kepada laki laki beriman: “hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat,” ( QS. An-nur : 30)

Sampai disini sudah jelas bahwa islam telah benar benar mengatur segala kehidupan pemeluknya, tinggal kembali kepada kesadaran masing masing untuk bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya.

Artikel Harian

Di mana pun kita berada, kita terikat dengan waktu yang diamanatkan kepada kita. Di tempat kerja, jam kerja adalah masa untuk menyelesaikan pekerjaan yang diamanahkan. Di rumah, waktu di rumah adalah masa untuk menyelesaikan amanah Allah ta’ala berupa mendidik, mengarahkan, dan merawat mereka.
Sahabat, ingatlah, sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Melihat apa yang kita kerjakan dalam setiap waktu yang diamanahkan kepada kita. Tidak ada satu “korupsi” pun yang luput dari pengawasan-Nya.

Sumber : Instagram @artikelhariankita

Belajar Qira’at

Hujan dengan derasnya mengguyur Dramaga dan sekitarnya sejak subuh, namun tak membuat kami malas untuk menuntut ilmu, alhamdulillah langkah kami dimudahkanNya untuk mempelajari ilmu Al-Qur’an.

Hari ini anggota Rohis sedikit sekali yang hadir namun kegiatan hari ini dengan berjalan dengan baik dan khidmat, ditengah derasnya hujan kami dengan seksama memperhatikan dan mempelajari ilmu qiraat yang diajari oleh Ustadz Iyus M. Yusuf.

Qiraat adalah salah satu agenda dari sekian kegiatan rutin Rohis Furqan. Oh iya, qiraat itu cara pengucapan lafal-lafal al-Qur’an sebagaimana di ucapkan Nabi atau sebagaimana di ucapkan para sahabat di hadapan Nabi lalu beliau mentaqrirkannya. Mungkin lebih ke seni membaca Qur’an. Lanjutkan membaca Belajar Qira’at